Depresi pada Anak: Mari Lihat, Amati, Sadari dan Cegah Bersama - Adisty Titania

Sabtu, 13 Oktober 2018

Depresi pada Anak: Mari Lihat, Amati, Sadari dan Cegah Bersama

Pada ngeh nggak, kalau bulan Oktober ini juga ada Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) atau World Mental Health Day?  Tepatnya, sih, diperingati setiap tanggal 10 Oktober.

Kenapa perlu ada hari kesehatan jiwa kaya begini, tentu aja nggak terlepas sebagai upaya nyadarin kita semua bahwa jaga kesehatan jiwa itu penting banget! Sama pentingnya dengan kesehatan fisik.


Nggak bisa dipungkiri kalau masyarakat sering anggep remeh kesehatan jiwa ini. Bahkan malah sering dianggap penyakit yang memalukan. Iya kan? Padahal stigma ini jelas perlu diperbaiki.

Sebenernya tulisan ini saya buat karena ke-triger sama tulisan Rianti, salah satu temen satu profesi, wartawan 1Heatlh yang semalam nulis di IGs-nya.

Intinya, Rianti nulis rangkuman hasil liputan di RSCM terkait dengan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia. Di mana data membuktikan kalau yang sering jadi "korban" depresi itu adalah anak-anak remaja.

Kenapa dibilang korban? Ya, meskipun masalah depresi ini penyebabnya bisa dibilang kompleks banget, tapi sebenernya salah satu ujung pangkalnya terkait dengan pola asuh orangtua. Jadi, anak-anak yang depresi khususnya anak-anak remaja, karena salah orangtuanya? Iya.

Tapi sebenernya ini bisa dicegah, kok.

Setelah nyimak IGs Rianti, kita berdua sempet diskusi kecil-kecilan. Rianti bilang, kalau saat jumpa press bareng psikiater dari RSCM, mereka menggaris bawahi bahwa sebenarnya memasuki fase remaja itu sangat sulit. Ya, tentunya buat anak-anak itu sendiri.

Kan masa remaja itu masa peralihan tuuh... nah, memasuki masa peralihan ini nggak mudah. Dari sini akhirnya banyak nimbulin kecemasan buat anak-anak. Makanya, anak-anak ini butuh didampingi oleh orangtuanya. Perlu deket sama orangtuanya.

Penyebab Remaja Depresi Hingga Timbul Keinginan Mencelakai Diri Sendiri

Akhirnya, jadi baca-baca slide materi presentasi dokter dari Rianti. Hasil baca, ternyata di Indonesia sendiri ada banyak banget kasus soal depresi pada anak remaja. Saat ini aja sudah tercatat ada 2.3 juta remaja yang ngalamin gangguan jiwa. Menurut data dari RSCM kasus remaja yang paling banyak adalah masalah depresi, stress, dan mood swing.

Iya, ternyata mood swing itu bisa dijadiin salah satu alarm, tanda-tanda ada yang nggak beres sama kesehatan jiwa. Baru ketawa ketiwi... merasa seneng, eh, bisa tiba-tiba langsung sedih, bahkan ada keinginan buat bunuh diri. Dan mood swing ini dirasakan dalam jangka waktu yang cukup lama. Nggak cuma sehari dua hari, kemudian ilang.

Kemudian masalah lainnya itu soal perundungan, nggak bisa ngikutin pelajaran di sekolah, infeksi menular seksual dan satu lagi..... kekerasan saat pacaran juga sering bikin anak-anak remaja ini jadi depresi. Bikin stress, hingga ujung-ujungnya punya pikiran mau bunuh diri. Saat ini tuh udah tercatat hampir 800.000 orang meninggal karena bunuh diri setiap tahunnya, di antaranya adalah usia remaja.

Lalu apa kaitannya anak stress, depresi sampai punya keinginan bunuh diri dengan pola asuh orangtua?


Sebelum ngebahas ini, mau nulis sedikit penjelasan dr. Petrin Redayani Lukman, SpKJ(K) Mpd. Ked yang saya ambil dari materi presentasi.

Ada beberapa faktor risiko tinggi seseoarang ngalamin depresi :

  • perempuan
  • faktor genetik
  • self esteem yang rendah, mekanisme coping 
  • kesehatan jiwa orangtua, hubungan orangtua dan anak yang tidak baik
  • perkembangan fisik atau faktor kesehatan fisik
  • gaya hidup yang tidak sehat, punya partber seks lebih dari satu, konsumsi obat terlarang, alkohol dan tindakan kriminal

Dari gejala depresi ini akhirnya berujung dengan problem kepribadian saat dia tumbuh dewasa, sampai menimbulkan keinginan untuk mencederai diri sendiri atau bunuh diri.

Menurutnya, keinginan mencederai diri sendiri hingga bunuh diri ini banyak disebabkan karena si pelaku punya kesulitan dalam hubungan interpersonal, bekaitan dengan pola asuh dan terjadinya kekerasan pada saat masa kecil.

Makanya, peran orangtua itu sangat penting terutama saat anak masuk dalam fase remaja.

Sekadar inget masa remaja dulu, saya juga ngerasa lebih nyaman kalau curhat ke temen. Soal cinta monyet, termasuk hal lainnya. Kayanya, ngeri banget kalau cerita sama nyokap. Takut nggak didengar, takut dimarahin, takut disalahin. Untungnya, rasa takut itu nggak terlalu besar, karena toh saya masih bisa cerita meskipun nggak gitu detail.

Orangtua sebagai penyeimbang hidup


Kalau katanya dr. Fransiska Kaligis dari Divisi Psikiater Anak dan Remaja Departemen Psikiater FKUI-RSCM, figur orangtua sangat penting untuk mengontrol anak yang memasuki masa remaja. Orangtua harus mampu menyeimbangkan anak, dan membuat anak merasa orangtuanya adalah teman.

Kenapa saat memasuki fase remaja, mereka sering males cerita sama orangtua? Susah terbuka sama orangtua?

Ya, karena anak nggak nyaman buat cerita. Baru cerita sedikit, langsung disalahin... baru ngomong A, si ibu udah nyerocos kasih nasihat panjang lebar sampai Z, padahal yang dibutuhin anak sebenernya cuma didengarkan, dipahami apa maunya.

Kondisi yang seperti ini juga yang akhirnya bikin anak cari pemuasan di luar. Misal, dimulai dari ngerokok, lanjut coba-coba narkoba. Terus pacaran, lebih bergantung pada pacar, menganggap pacar adalah segalanya, trus apa-apa dikasih. Makanya begitu ditinggalin sama pacar, langsung drop ke titik terendah. Berasa dunia hancur lebur.

Kalau baca materi dr. Fransiska, termasuk hasil ngobrol sama Rianti, ada poin penting lainnya, bahwa orangtua itu perlu nuruin ego, nurunin ekspektasi, kalau melihat perilaku anak atai mendenger cerita anak yang nggak bisa diterima jangan over reaktif kemudian malah jadi marah-marah ke anak. Kalau gini, anak malah males ngobrol lagi. Lebih banyak ajak anak diskusi.


Anak yang ngalamin depresi ternyata punya hubungan yang kurang baik sama orangtuanya. Merasa nggak didengar, merasa nggak dipedulikan, merasa nggak diinginkan dan merasa kebutuhannya tidak bisa terpenuhi.

Sedih, ya....

Tapi gimana, faktanya masih banyak kok anak-anak yang depresi hingga akhirnya kepikiran buat nyakitin dirinya sendiri. Mau bunuh diri.

Masih nggak percaya? Faktanya banyak, kok. Coba aja cek berita-berita. Berapa banyak berita yang nulis soal remaja bunuh diri?

Kebetulan, salah satu temen saya zaman sekolah juga ada yang sempat nyoba bunuh diri. Tapi kemudian gagal. Sebabnya cuma karena waktu itu dia putus cinta. Ya, kalau dipikir memang kelihatannya 'cetek' banget. Tapi sebenernya nggak sesederhana itu, selain putus sama pacar memang ada sebab lainnya.

Contoh lain, ada salah satu temen kantor pernah kepikiran juga buat bunuh diri waktu remaja. Namanya, Fitri, dia anak ke-3 dari 7 bersaudara. Fitri lahir dari keluarga sederhana. Buat nerusin kuliah aja Fitri ini harus cari beasiswa.

Siapa sangka, ternyata dulu dia punya keinginan untuk melukai diri sendiri. Memang tidak sampai sampe eksekusi. Meskipun baru timbul keinginan, menurut saya sih sudah sangat bahaya.

Saya pun akhirnya minta izin, menanyakan apa kisahnya boleh saya tuliskan di dalam blog. Bukan bermaksud ingin membuka luka lama, tapi saya cukup penasaran apakah keinginan temen saya ini buat bunuh diri ini juga terkait dengan hubungan dengan orangtuanya yang nggak hangat?

Ternyata denger jawabannya, malah bikin mata saya makin terbuka, jangan pernah sekali-kali abai dengan perasaan anak.

Berikut kutipan obrolan kami...

Kejadian kapan, sih, Fit, ketika kepikiran untuk bunuh diri?

Tahun 2010 atau 2011. Waktu awal-awal kuliah, umur 19 tahun, masih terhitung remaja gak ya? hahahaha... Pertama kalinya jauh dari orangtua. Makanya ketika dapat masalah besar langsung down. Ga ada penyemangat atau orang yang bisa ditanyain. Atau keluarga yang bisa mengalihkan dari rasa depresi.

Sempet bener-bener loe lakuin nggak? Ketika itu, terbersitnya bunuh diri dengan cara apa?

Untungnya nggak dilakuin. Ketika itu kepikiran nusuk perut sendiri pake pisau tajam, atau loncat dari lantai paling atas gedung kampus. Tapi karena kampus gue cuma dua lantai, jadi kemungkinan mati kecil, patah tulang atau cacat malah lebih besar. Hahaha. 
Tapi dua duanya gak gue lakuin. Milih ambil wudhu dan sholat Sunnah dua rakaat. Pasrah aja deh, Allah yang punya nyawa gue, ya biar Dia aja yang cabut, gue gak punya nyali buat cabut sendiri, hahaha...

Loe sendiri sadar nggak apa yang menyebabkan keinginan itu muncul?

Sadar. Gue ngerasa hidup gue ga ada gunanya karena hanya bikin malu orangtua. Gara2 status FB gue yg kontroversial, gue dibilang Dajjal, setan berbentuk manusia, dll. Lalu gue melihat ada orang-orang yang selama ini menginjak2 keluarga gue ikutan komen. Itu yang paling bikin paling drop.

Gue mati matian cari beasiswa biar bisa buktiin ke mereka bahwa derajat gak cuma dari kekayaan, tapi juga dari pendidikan. Tapi pas udah kuliah malah bikin tambah masalah. Di situ gue ngerasa jadi anak durhaka, dan hanya bikin malu ortu. Makanya kepikiran pengen bunuh diri.

Banyak yang bilang, anak remaja yang depresi hingga mencoba bunuh diri erat kaitannya dengan hubungan sama orangtua yang ggak hangat, apa kondisi ini berlaku juga buat loe?

Iya. Sejujurnya, saya baru merasa diakui dan dihargai oleh ortu sendiri ketika saya sudah kuliah dan kerja. Dulu sering banget ngerasa jadi anak tiri, kalau bikin salah ortu dan kakak kakak semua marahin, tapi kalau bikin prestasi sama sekali nggak dipuji atau dihargai. Di situ saya merasa nggak ada artinya, capek-capek ikut lomba sana sini kalau tetap ngerasa nggak dicintai.  
Jaman itu hubungan saya dan ortu nggak dekat sama sekali. Biasa ngatasin masalah sendiri makanya ketika dapat masalah besar nggak bisa lari ke ortu karena memang ngak biasa curhat sama mereka.

Menurut loe sendiri, masa remaja elo tuh kaya gimanan sih? Lebih cenderung banyak bahagianya atau sebaliknya? Kenapa?

Lebih banyak ngenesnya deh kalau gak salah, hahaha. Suka sama orang nggak pernah berbalas. Pulang pergi sekolah jalan kaki, padahal temen-temen satu sekolah yang sekampung sama gue sering diantar jemput sama orangtuanya, di situ saya iri banget. Karena tiap kali saya minta jemput justru sampai rumah dimarahin. 
Pernah pulang sekolah lewat sawah aku nangis sejadi jadinya, ngerasa hidup merana amat, nggak ada yang mencintai, temen di sekolah ga ada yang mau nganter pulang, ortu di rumah nggak mau tahu anaknya selamat apa nggak, pulang sore terus. 
Terus karena apek nangis, gue duduk pinggir kali buat nenangin diri, tapi nggak berhasil. Jadi waktu itu gue pulang masih sesenggukan, papasan sama tetangga, di jalan mereka nyapa gue ga nyapa balik karena sibuk nangis. 
Gara-gara itu mereka laporan ke bapak, katanya gue habis diperkosa. Baju kotor, kaki nyeker, nangis kayak orang yang kehilangan harapan hidup. Bapak marah-marah, tapi ga berani ngomong langsung sama gue, nyuruh ibu yang anyain. Segitu nggak deketnya sampe bapak sendiri nggam berani ngomong ke gue buat konfirmasi. 
Intinya masa remaja gue insekuritasnya tinggi banget. Selalu temenan sama anak anak cantik yang dikejar2 sama banyak cowok. Tapi cowok yang suka sama gue sama sekali nggak ada. Orangtua juga nggak pernah kasih perhatian. Akhirnya sering nangis sendirian. Dan gak terbuka sama siapapun. Biasa tertutup. 
Karena anak cewe pertama gue dipaksa dewasa sebelum waktunya.ngurus adik2, bantuin ibu. Sebenarnya itu bukan masalah kalau saja orgtua memberikan perhatian dan kasih sayang yg gue harapkan. Tapi itu ga gue dpt. Akhirnya waktu SMP.aku berlaku dpt anak kecil di sekolah, krn di rumah gabisa jd anak kecil, harus jd dewasa. Selain sering jadi sasaran kemarahan orangtua.

Saat loe kecil atau mungkin remaja, sering dipeluk sama orangtua nggak? Bagaimana dengan kebutuhan loe untuk didengarkan... merasa terpenuhi nggak, Fit?

Seingat gue, ortu dari kecil sampe sekarang gak pernah sama sekali meluk gue. Satu-satunya pelukan dari keluarga kandung yg gue ingat ialah, dari kakak sulung gue waktu nganterin gue kuliah di Jakarta 8 tahun lalu. Sebelum dan sesudah itu gak pernah sama sekali. 
Keluargaku bukan orang yang mengumbar afeksi walaupun pada anak sendiri
Makanya kenapa nggak merasa dicintai, ya karena dimarahin melulu, disayanginya nggak pernah 😅 
Aku baru didengarkan dan dilibatkan dalan masalah keluarga setelah bekerja, ketika aku bisa ngasih pemasukan pada mereka.

Sebelumnya, bahkan untuk masalah sekolah yang ngobrol adalah ortu dan kakak. Aku nggak dilibatin sama sekali. Makanya kesel banget, gue yang sekolah kenapa nggak didengarkan pendapatnya?
Ibu emang lebih deket sama kakak sih. Makanya gue menarik diri, tertutup dari keluarga, nyimpan masalah sendiri. Setiap kali coba ngomong diabaikan, akhirnya kapok dan nggak pernah curhat lagi. 
Sampe sekarang setiap kali pulang, gue hanya merasa disambut oleh dua adik bungsu gue. Sita dan Siti, karena hanya mereka berdua yang keliatan happy kalau gue di rumah.  
Tiap kali nelpon mereka nanya kapan aku pulang. Kalau bapak malah ngomong, ngapain sih pulang yang penting duitnya aja dikirim, hahahaha.... Jahat ya... 
Duh.... gue lagi liputan malah nangis, hahahaa...

Hahaha, duh, maafin yaaa... iyaa nanti ibuk Bumi peluk yaa

Tar kutagih ya pelukannya kalau ketemu....

Jadi, Fit...sebenernya bisa dibilang, faktor yg menghalangi loe nggak jd bunuh diri krn agama ya... bekal loe sama agama cukup

Iya, bisa jadi. Waktu itu gue masih religius banget. Sekarang kan malah nggak terlalu, hehehehe....

***

Gimana? Jadi memang sudah terbukti, ya, kalau peran orangtua itu sangat besar. Mudah-mudahan, sebagai orangtua saya, kita semua bisa sama-sama belajar....

Belajar untuk melihat, mengamati, menyadari, dan tentu aja berupaya untuk mencegah anak merasa depresi hingga punya keinginan untuk mencelakai dirinya sendiri....

5 komentar:

  1. Haduuhh baca artikel ini.. Rasanya gimana gituuhh.. Gw sebagai anak tengah oernah loh ngerasain kaya temen lo.. Ga terlalu diperhatiin.. Makanya gw berusaha bgt utk selalu membagi rata perhatian ke anak2 gw walau suliit.. Apalagi ngeredam emosi.. Gw masih sama kaya elo.. Sering dibilang suka marah2 :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, Bumi tuh frontal banget sama gue. Tapi bagus, sih, jadi ingetin gue juga. Pernah tanya ke dia, apa sih yang bikin dia sebel? Katanya kalau ibu marah2.

      Jadi berkaitan dengan sibling rivalry juga, ya... saat orangtua nggak sadar pilih kasih ke salah satu anaknya.

      Ya, semoga kita sama2 bisa belajar ya, Nike. Udah jadi mamak2 jgn ngulangin masa lalu. Meskipun syulitttt....

      Hapus
  2. Selamat siang sesama pria dan wanita bisnis Indonesia yang berharga saya nama saya Vivian Rafi, saya di sini untuk memberi tahu Anda semua tentang perusahaan langsung dan perusahaan sejati yang dapat memberi Anda makna bagi kehidupan dan bisnis Anda hanya dalam 24 jam berlaku. Saya masih bersyukur kepada Tuhan atas hidup saya dan semua terima kasih kepada ibu Muslim yang baik dan setia CHERYL MARTINS yang mengubah hidup saya dan membuat impian saya datang dan menyelamatkan bisnis saya dari tangan penipu dan penipu. Hanya beberapa hari kembali ke sini saya mengajukan pinjaman sebesar Rp550.000.000,00 di CHERYL MARTINS LOAN FIRM dan setelah proses berikut mendapatkan pinjaman dilakukan dan ditandatangani dan disetujui oleh perusahaan dalam waktu 24 jam setelah mendaftar dan saya diberitahu untuk melakukan pembayaran untuk pendaftaran biaya dan saya mengikuti prosedur perusahaan, tepat setelah pembayaran saya untuk biaya pendaftaran pinjaman saya tersedia di rekening bank saya itu mengejutkan saya dan seperti mimpi saya tidak begitu tahu bagaimana mengekspresikannya, Sekarang saya benar-benar tahu bahwa tidak semua pemberi pinjaman di internet ini adalah penipu atau penipu mengapa saya mengatakan ini adalah karena jenis layanan yang diberikan kepada saya oleh perusahaan pinjaman cheryl martin itu cepat, mudah dan dinamis. Saya menyarankan semua warga negara Indonesia hari ini setiap pria atau wanita bisnis yang tertarik untuk mendapatkan pinjaman yang cepat dan andal untuk bisnis, renovasi, pembangunan rumah pembuatan jalan dan untuk penggunaan di masa mendatang, silakan mengajukan permohonan untuk mendapatkan pinjaman saya hanya dalam 2 jam setelah biaya pendaftaran saya dan itu dapat diandalkan, sah, dapat dipercaya. Anda dapat menghubungi ibu melalui email: (Cheril.martinsloanfirm@gmail.com) untuk info apa pun, Anda juga dapat menghubungi saya di email saya (vivianrafi77@gmail.com)

    BalasHapus
  3. WhatsApp ....................... +447456405237
    Twitter ........................ aasimahaadila Email: (aasimahaadilaahmed.loanfirm@gmail.com)

    saya Zalina, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di indonesia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet. Saya ingin berbagi kesaksian saya tentang bagaimana teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditor tepercaya ini bernama perusahaan AASIMAHA ADILA.di twitter. Perusahaan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan senilai IDR 970 juta dalam waktu kurang dari 1 jam tanpa tekanan. Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji akan membagikan kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman dengan mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (aasimahaadilaahmed.loanfirm@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan. Saya telah meningkatkan bisnis saya di 2019 ini.
    hubungi saya: (zalinadiato@gmail.com) informasi lebih lanju

    WhatsApp ....................... +447456405237
    Twitter ........................ aasimahaadila loanfirm

    BalasHapus
  4. Halo semuanya
    Ini adalah PINJAMAN SANDRA WALKER kami memberikan kredit / pinjaman kepada semua klien kami yang terhormat yang telah kehilangan harapan untuk mencapai kemandirian finansial bahkan dengan nilai kredit nol. Anda dapat menjadi dermawan yang baik ketika Anda melalui layanan keuangan yang akan kami berikan kepada Anda. Lupakan kedatangan keuangan singkat yang Anda hadapi dengan fokus kami pada kami dan kami menjamin Anda bahwa tidak ada yang bisa menandingi kehidupan kredit Anda ketika pinjaman Anda telah dicairkan dalam waktu sesingkat mungkin karena semua proses kami sangat fleksibel dan ramah. Silakan hubungi kami segera melalui.
    email kami: [sandrawalkerloan1@gmail.com]

    BalasHapus