Sering Makan Seblak, Berisiko Usus Buntu? - Adisty Titania

Minggu, 15 Oktober 2017

Sering Makan Seblak, Berisiko Usus Buntu?

Sebagai penggemar kelas berat seblak, kok, saya jadi khawatir, ya, kalau makanan yang menggunakan kerupuk ini dibilang bikin usus buntu? Apalagi kalau lagi makan seblak, anak saya suka ikut-ikutan.

Sudah baca belum berita soal kasus seorang anak perempuan yang perutnya kesakitan lantas di-share ibunya di sosial media? Beberapa hari lalu, timeline Facebook saya sempat berseliweran berita soal cerita seorang ibu yang anaknya sakit lantaran makan seblak. Dari cerita tersebut menggambarkan kalau anak perempuannya nggak cuma sakit perut biasa, soalnya sampai keram, muntah-muntah, lanjut diare. Setelah diperiksa ke dokter, dilakukan tes darah dan ronsen, hasilnya asam lambung naik leukosit sel darah putihnya 14 ribu lebih. Dokter bilang, kalau sudah terjadi pembengkakkan dan usus buntu.

Singkat cerita, dokter menduga kalau usus buntu ini diakibatkan karena anak perempuan si ibu doyan ngemil seblak. Sebagai penggemar seblak, jelas berita ini bikin saya khawatir. Lah wong, Mama saya saja sampai kasih warning, "Dis...kamu jangan makan seblak lagi, tuh. Bahaya. Mama baca berita kalau ada anak yang usus buntu gara-gara kebanyakan makan seblak".


Kalau ngomongin usus buntu saya jadi ingat peristiwa 'bersejarah' tahun lalu, ketika anak saya, Bumi juga harus operasi lantaran usus buntu. Cerita lengkapnya sudah ditulis di Mommies Daily.

Lalu apa hubungannya seblak dengan usus buntu?

Jadi katanya, seblak yang terbuat dari kerupuk inilah yang disinyalir jadi biang keroknya. Kondisi kerupuk yang kenyal, sulit dicerna oleh usus sehingga mengganggu. Alhasil, usus bisa tersumbat kemudian jadi infeksi.

Tanpa bermaksud, tidak percaya dengan dokter yang menangani anak perempuan itu. Tapi saya hanya penasaran apa benar kerupuk seblak tidak akan hancur di dalam usus dan menyebabkan usus buntu?Untuk memenuhi rasa penasaran dan menemukan jawabannya, kemarin saya pun langsung WhatsApp dr. Meta Hanindita selaku DSA.

Saya kutip saja ya, percakapannya.

"Dok, saya mau tanya soal berita yang lagi cukup ramai, dong..."
"Berita apa, Mbak? Soal Syahrini? Hahahhaa..."
"Wah, kalau soal itu malah saya nggak update, dok, hahahaha. Mau tanya soal kasus anak yang kena usus buntu karena makan seblak nih, dok..."
"Oh, ya... Saya malah belum  tahu, Mbak..."
"Saya share beritanya ya, dok.. "
*saya pun akhirnya memberikan satu link berita yang menulis soal ini*

"Ealaaah.... Nggak ah, Mbak"
"Jadi nggak benar, ya dok, seblak bikin usus buntu?"
"Kan dia mempermasalahkan (katanya) karena kerupuk seblak kenyal. Tapi semua makanan masuk ke lambung itu pasti dicerna dan diancurin, masuk ke usus sudah partikel kecil. Kecuali sekeras batu gitu ya, hahaha. Daging aja kan ada yang kenyal tuh mbak, kayak kikil. Tapi bisa diproses karena memang kita punya enzim di saluran cerna buat memproses makanan."
Lebih lanjut, dr. Meta menambahkan kalau sebenarnya ada beberapa faktor risiko buat apendisitis. Salah satunya adalah rendahnya serat pada diet.
"Karena bangsa yg asupan serat tinggi (kaya di Asia, India, Afrika) ternyata angka apendisitisnya lebih rendah dari yang asupan serat lebih rendah kaya di Eropa atau USA, jadi bukan karena seblak, ya."

Yang jelas, berdasarkan pengalaman saat anak kena usus buntu, sebagian orangtua, kita memang nggak boleh cuek ketika anak mengeluh sakit perut yang berulang. Biasanya, sih, usus buntu ini dimulai dengan rasa sakit di bagian tengah perut. Rasa sakit ini juga bisa  nggak menetap karena seringnya hilang timbul.

Rasa sakit bergerak ke sisi kanan bawah perut, di mana usus buntu biasanya berada, dan menjadi menetap serta bertambah parah. Bahkan sampai bikin anak nggak sanggup untuk bergerak dan berjalan karena memang kata anak saya sakitnya minta ampun.Soalnya, seahri sebelum ke RS, Bumi sampai sulit jalan. Merintih terus-terusan sambil pengang perutnya kalau bergerak.

Jadi apa iya seblak bikin anak usus buntu? Bisa iya, bisa nggak, sih. Sebagai orangtua yang anaknya pernah dirawat dan dioperasi lantaran usus buntu, menurut saya, masalah usus buntu yang diderita anak memang disebabkan karena berbagai faktor. Idealnya, jangan 'menyalahkan' atau langsung antipati dengan makanan tertentu.

Waspada boleh, tapi bukan berarti jadi harus takut ini itu bukan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar