Mencari Bahagia - Adisty Titania

Senin, 23 Oktober 2017

Mencari Bahagia

Kalau saya dikasih kesempatan untuk ketemu jin macam film Aladdin. Permintaan saya cuma satu, jadi orang yang bahagia. Sayangnya, keinginan tersebut nggak bakal terjadi, ya? Mana juga bisa ketemu jin kaya gitu? :D Kalau mau bahagia, ya harus berusaha untuk mendapatkan kebahagiaan itu sendiri.


Setiap kali ulang tahun, salah satu doa yang nggak pernah saya lupa panjatkan adalah untuk bisa bahagia. Ya, bahagia. Sebuah kata sederhana, yang sayangnya nggak semua orang bisa mudah merasakannya.

Iya, nggak, sih? Atau cuma saya yang ngerasain kaya gini? Hahaha, cian banget ya... *kemudian cari temen*

Yah... namanya juga hidup, pasti nggak bakal lepas dari yang namanya masalah. Nobody has a perfect life. Everybody has their own problems. Bukan begitu, bukan? Artinya kalau kebawa arus dengan masalah hidup, itu pilihan. Atau, mau memilih untuk bahagia? Saya sendiri sangat percaya kalau kebahagian itu datangnya dari diri sendiri. Apakah kita milih untuk bahagia atau nggak. Jadi memang nggak diukur dengan materi aja.

Ya, memang sih, kalau kita mampu beli barang bagus seperti tas, sepatu, bahkan mobil dan rumah, bisa menimbulkan rasa bahagia. Tapi apa iya bertahan lama? Ya, jelas nggak. Malah, menurut saya, kebahagiaan seperti ini cenderung semu. Terus gimana kalau mau bahagia setiap hari? Sejauh ini, sih, ada beberapa yang saya lakukan.

Rumput tetangga tidak selamanya lebih hijau.

"Eh, kehidupan si A itu enak banget, ya..."

"Suaminya baik banget, sih... Romantis. Sering kasih kejutan kaya gitu...pasti bahagia banget deh, jadi istrinya”

"Ya, ampun.... Dia sih, enak.... Kariernya sudah bagus. Pantas saja hidupnya enak banget."

Hahhahaa... Sering kaya gini, nggak? Kalau iya, bahaya, sih. Perlu diakui, saya pernah kaya gini, kok. Melihat teman yang kariernya sudah jauh di atas saya, bawaannya pengen menukar posisi, hahaha. Merasa kalau karier saya gini doang. Jalan di tempat. Tapi kemudian saya sadar, pikiran kaya gini cuma menimbulkan penyakit hati aja. Bukannya bahagia, yang ada saya malah lupa bersyukur. Pada prinsipnya saya selalu berusaha untuk ingat, kalau di atas langit selalu ada langit. Jadi nggak usah, deh, membandingkan kehidupan kita dengan orang lain. Dari sini, saya pun bisa belajar untuk tidak banyak mengeluh dan bersyukur dengan apa yang sudah saya miliki.

Nggak perlu jadi orang yang perfectionist.

Banyak yang bilang, kalau orang yang lahir di bulan September seperti saya, bintangnya Virgo, adalah orang yang perfectionist. Maunya serba sempurna, dan termasuk golongan tipe orang yang 
idealis. Ada benarnya, sih. Tapi yang ada,  kondisi ini sering kali bikin saya uring-uringan. Kalau mengerjakan sesuatu nggak sempurna, bawaannya jadi kesel sendiri. Dari sini saya pun belajar, bahwa dalam hidup dan menjalankan berbagai peran, nggak perlu selalu tampil sempurna kok. Selama sudah berusaha yang terbaik, itu sudah cukup. Hal ini juga berlaku dalam parenting. Anak perlu belajar bahwa di dunia ini memang nggak ada yang sempurna. 

Memiliki well being yang baik.

Maksudnya? Jadi gini, lho... beberapa waktu lalu saya sempet berbicang dengan Devi Sani, M. Psi. Psikolog yang mengambil pendidikan spesialisasi emotional problem ini menjelaskan bahwa memang ada banyak cara untuk bahagia. Ternyata salah satu kunci menjadi orang yang bahagia adalah memiliki well being yang baik. “Well being ini bisa diartikan dengan kesejahteraan, rasa bahagia karena kita sudah ada di dunia ini. Kalau saya pribadi untuk membentuk well being yang baik, ketika bangun pagi selalu menapakan kaki beberapa menit lebih dulu, kemudian dari saya saya mencoba untuk bersyukur dan menghitung nikmat apa saja yang sudah saya dapatkan selama ini. " Nikmat sudah diberi kesempatan untuk menjadi seorang ibu, nikmat sudah punya pekerjaan sesuai dengan  passion, nikmat punya temen yang bisa diajak 'gila' bareng sekaligus jadi tempat curhat, serta nikmat lain yang rasanya tidak akan selesai saya tulis satu persatu.

Menemukan rasa ‘This is so me....’

Pernah nggak terbersit perasaan seperti ini? This is so me. Sesuatu yang ’gue banget!’ Menjadi diri sendiri. Merasa apa yang kita lakukan tanpa beban. Melakukan sesuatu dengan penuh percaya diri dan memang benar-benar kita sukai. Syukur-syukur kalau akhirnya bisa mendatangkan penghasilan untuk kita. Nah, kalau kita sudah menemukan  perasaan seperti ini. rasa bahagia bakal muncul, sih.

Misalnya, nih, kalau kita memang hobi nulis dan jalan-jalan, bisa kita manfaatkan. Bisa jadi travel blogger. Yah, menjadi blogger ataupun influencer itu kan sudah jadi sebuah profesi yang banyak diincar kids zaman now. Nggak ada yang salah, sih. Kalau memang bisa tahu passion dan mengembangkan potensi dirinya, kenapa tidak?


Ngomongin ini,  saya jadi ingat kalau saat ini WRP sedang melakukan campaign keren. Cocok buat generasi millenial termasuk Ibu-ibu millenial macam saya. Campaign-nya itu mengajak kita semua untuk melakukan sesuatu ya g bisa bikin kita happy setiap hari #HappyEveryday dengan melakukan apa yang kita suka setiap hari. Hingga akhirnya menimbulkan perasaan, "Yeah... This is so me..."

Kebetulan waktu peluncurannya saya ikutan datang. Campaign ini juga digelar bertepatan denga npeluncuran produk terbarunya, WRP Fruitbar. Salah satu camilan sehat yang bisa kita pilih. Jadi, kalau ngemil ini nggak perlu menimbulkan perasaan bersalah, gitu lho. Soalnya camilan yang kental dengan rasa buah apricot dan raisin ini rendah kalori. Makanya, masuk dalam rangkaian WRP Diet Solution.

Pertama kali nyoba, rasanya, tuh, ada sensasi di mulut.  Kenyal dan seger banget! Rasa manisnya juga pas, kalau kata orang Sunda, sih, nggak giung. Mau dimakan sebagai teman perjalanan liburan, atau pengganjal rasa lapar saat malam hari? Bisa. Nggak usah, deh, merasa bersalah dan takut gemuk. Soalnya fruit bar ini kandungannya cuma 8Kkal/saji. Selain perpaduan gandum yang memang banyak manfaatnya untuk tubuh, juga terdapat 8 jenis vitamin, mulai Vitamin A, B1, B2. B3, B9, B12, C dan E serta 2 mineral zat besi dan magnesium.

General Manager WRP, Nofa Sumawarti sempat bilang kalau WRP Everyday FruitBar ini merupakan camilan yang bikin kita bahagia setiap hari. Soalnya, kalau ngemil dengan FruitBar ini nggak perlu ngerasa bersalah, apalagi takut sampai bikin gendatz!  

Oh, ya, beberapa teman blogger malah ada yang berhasil nurunin berat badan setelah mengganti camilannya dengan FruitBar, lho! Nggak cuma camilannya aja yang diganti, sih, kalau selama ini masih doyan mimun susu, ada baiknya susunya juga diganti dengan WRP Everyday Low Fat Milk yang rendah lemak dan kaya kandungan vitamin A, B1, B2, B5, B6. B9, B12, Vitamin C, D, dan E, termasuk kandungan Kalsium, Fosfor, Magnesiu, Iodium, Seng dan Biotin. Komplet banget, ya! Kalorinya juga rendah, hanya 110 kalori. Waktu saya coba di rumah, eh, anak saya juga ikut-ikutan. Katanya, “Susunya enak, deh, bu…” hahhahaa


Artinya, kalau mengonsumsi produk WRP Everyday FruitBar dan WRP Every Low Fat Milk Sachet kita nggak perlu khawatir dan merasa bersalah, sih. Justru bisa tambah bahagia karena sudah ada ‘sahabat’ yang paham kebutuhan kita. Merasa happy karena bisa bebas ngemil.

De-stress

Hidup zaman sekarang rasanya rentan banget, ya, dengan stress. Stress sama pekerjaan, stress menghadapi anak yang polahnya bisa bikin  kepala pecah, hahahaha. Belum lagi pusing kalau sedang ada konflik dengan pasangan, pusing dengan biaya KPR yang naiknya gila-gilaan? Seperti yang sudah saya sempat tulis, namanya masalah hidup itukan memang selalu ada, tingggal bagaimana kita mengelola stress tersebut. Untuk itu kita memahami perlu melakukan de-stress, kemampuan untuk mencari cara untuk menghilangkan stress.

Good vibes only!

Last but not least, menurut saya, sih, kalau mau merasa bahagia, penting bagi kita untuk mencari temen atau lingkungan yang bisa menularkan energy postitif. Istilah kids zaman now-nya itu good vibes. Kalau memang ada teman yang doyannya ngegosip nggak jelas, jelek-jelekin orang lain melulu, mending tinggalin aja. Saya ingat dengan salah satu pesan Mbak Anna Surti Ariani, kalau kecerdasan emosional itu sangat menular.  Jadi kalau kita mau bahagia, cara lain yang mungkin bisa dicoba adalah dengan menjalin hubungan dengan lingkungan yang pintar mengelola emosinya. Dengan begitu,  jadi ketularan mendapatkan energi positif. Yeah, I think, life just is better when you have good vibes.



5 komentar:

  1. Gak perlu jauh-jauh mencari kebahagiaan karena bahagia itu adalah perasaan, bukan keadaan. Jadi kalo mau bahagia, kita sendiri yang ciptakan dalam hati 😊

    BalasHapus
  2. Buat aku, bahagia itu pilihan. Di antara cerita-cerita pahit kehidupan pun, kita tetap bisa memilih untuk berbahagia. Pernah suatu kali aku menghadapi dilema, memilih satu di antara 2 pilihan yang sama2 gak enaknya. Kata Ibu, pilih yang paling mungkin membuat (aku) bahagia, maka yg gak enaknya gak akan terlalu terasa :)

    Semoga slalu bahagia ya, Adis :*

    BalasHapus
  3. Waaa jadi pengen nyobaiiiinn WRP fruitbar ini...

    BalasHapus
  4. Wah, benar banget Mbk pengen jadi orang bahagia yang bersyukur menerima karunia-Nya. Itu WRP jadi pengen nyoba.

    BalasHapus
  5. Bahagia itu sederhanaaa ya... dan selalu ada! Stay happy and blessed :)

    BalasHapus