Akhirnya, Liburan Keluarga Ke Malang! - Adisty Titania

Rabu, 01 Juli 2015

Akhirnya, Liburan Keluarga Ke Malang!

Setelah sekian lama 'ngidam' jalan-jalan ke Bromo akhirnya bulan Mei kemarin kami liburan ke Malang! Kalau sebelumnya cuma bisa mandangin foto keindahan Bromo lewat foto di Google, lewat hasil jepretan temen-temen, bahkan 'ngiler' liat foto di kalender, akhirnya gue bisa menikmatinya langsung *dancing*.

Asiknya lagi, liburan kali ini nggak cuma gue sekeluarga aja, tapi tiga keluarga plus nyokap dan mertua kakak gue. Jadi bisa kebayang, ya, serunya kaya apa liburan rame-rame kaya beegini? Sebenernya, wacana liburan bersama keluarga kakak-kakak gue ini udah lama banget. Tapi urusan cari waktu yang tepat buat tiga keluarga kan nggak gampang. Giliran keluarga Teteh dan kakak gue bisa, nah, gue sama Doni yang nggak bisa. Oh, ya, satu lagi yang paling penting.... urusan ngumpulin dananya juga rada ribet, hahahaha.

Ngomongin soal biaya, jadi inget kalau waktu itu Doni nyariiisss banget nggak ikut. Bukannya nggak mau atau nggak bisa ambil cuti, tapi uang yang kita punya buat liburan emang bener-bener mepet. Katanya, "Ya, udah.... Kamu aja yang jalan sama Bumi. Kalau aku nggak ikut, paling nggak kan bisa kurangin biaya 1 jutaan."

Denger keutusan kaya gini, jelas bikin gue merengut. Masa, pergi ke salah satu destinasi impian nggak bareng sama suami? Sementara Teteh dan Kakak gue jalan lengkap dengan anggota keluarga. Lagi pula, gue juga rada dek dekan kalau mesti repot sendiri ngurusin Bumi. Wah, udah kebayang, deh, pasti ada momen di mana anak gue ini kecapean lalu minta gendong. Gendong anak berusia 5 tahun yang beratnya udah 23 kg? Sedap banget, ya, hahahha....

Akhirnya setelah gue merengut, akhirnya keputusan Doni pun goyah. Iya.... akhirnya kita bisa pergi ke Bromo bersama. Alhamdulillaaaah. Lagipula sebenarnya ada beberapa alasan kenapa kita memilih Bromo.


  • Menikmati perjalanan naik kereta


Ketika wacana liburan muncul, awalnya kita semua rada bingung menentukan lokasi. Tapi yang jelas kita mau pergi ke kota yang bisa dicapai dengan alat transportasi kereta. Kebetulan dari kecil Bumi itu juga nge-fans banget sama alat transportasi yang satu ini. Fadhal ataupun Nissa juga belum pernah liburan naik kereta.Berhubung kami semua sudah pernah ke Yogjakarta. Solo, Semarang ataupun Surabaya, akhirnya kami pun sepakat jalan ke Malang.


Mengingat perjalanan Jakarta- Malang ditempuh lebih dari 10 jam, gue udah khawatir banget kalau Bumi bakal bosen. Tapi alhamdulillah, Bumi anteng! Kelihatan banget, deh, kalau dia bener-bener menikmati perjalanan naik kereta. Tapi, biar nggak bosen gue sendiri udah nyiapin beberapa 'alat tempur', mulai dari cemilan,  beberapa mainan dan buku favoritnya. Nggak bisa dipungkiri, sih, Bumi juga minta jatah main games dan nonton you tube.

Oh, ya, walaupun di kereta sudah disediain selimut, tapi ada baiknya untuk menyiapkan kaos kaki dan jaket. Kalau malam, udaranya terasa dingin banget. Sedangkan untuk urusan makan besar, nggak perlu khawatir kelaperan atau repot bawa makanan. Di kereta juga menyediakan beberapa menu. Waktu itu, sih, pilihannya memang cuma ada 3, yaitu nasi goreng, nasi rames dan nasi ayam goreng. Lumayanlah.

  • Lokasi wisata yang melimpah

Sudah pada tau, dong, ya, kalau di Malang ini sekarang jadi salah satu tujuan wisata di Indonesia. Pantas saja, sih, selain bisa mengunjungi Bromo, tempat wisata di sana bener-bener melimpah. Ada Jatim Park 1, Jatim Park 2, Eco Green Park,  Batu Night Spectaculer, Museum Angkut, Pulau Sempu, Coban Rondo, dan masih banyak banget tempat yang keindahan alamnya bisa kita nikmatin.

Maunya, sih, bisa ngunjungin semuanya, tapi karena keterbatasan waktu dan tentunya biaya, waktu itu kita akhirnya cuma sempat datang ke beberapa lokasi. Jatim Park 2, Eco Park, Batu Night Spectaculer, Coban Rondo dan Pantai Goa Cina,


Jadi, waktu itu kita sampai di Malang masih pagi, tujuan pertama yaitu Pantai Goa Cina. Awalnya, sih. gue pikir nggak terlalu jauh dari kota Malang. Ternyata..... perlu 2.5 jam ke sana. Asiknya lagi, waktu itu mobil travel yang kita sewa ternayata kondisinya mengenaskan. Jalur tempuh naik turun gunung naik mobil seperti benar-benar aduhai, deh. Bahkan sesampainya di sana, ban mobilnya rusak, ahahahaha...

Untung aja, pemandangan di sana kece banget. Penderitaan selama di jalan langsung hilang begitu lihat panorama di sana. Indah, deh. Airnya bening banget. Bumi aja sampai nggak mau di ajak pulang, hahhahaa...


Mengingat perjalanannya yang cukup jauh, dari Goa Cina kami pun langsung pulang. Istirahat di penginapan. Lagipula, jam 12 malam kita juga sudah di jemput untuk naik ke Bromo. Sempet dekdekan, sih, kalau Bumi tepar. Tapi syukurnya Bumi sehat. bahkan anak kami bisa naik dan nikmatin sunrise di puncak Gunung Bromo. Cerita perjalanan di gunung Bromo akan gue buat terpisah aja, ya.

Setelah jalan pulang dari Bromo, waktu itu kita pun cuma istirahat. Besoknya baru lanjutin perjalanan ke 4 tempat sekaligus. Jatim Park 2, Eco Park, Museum Angkut dan BNS, Gempor! Tapi seneeeeeng!



  • Wisata kuliner
Namanya juga liburan, nggak afdol banget kalau nggak digunain buat nyobain makanan khas di sana. Sayangnya, dari sekian banyaknya tempat jajan yang gue incer, waktu itu kita cuma sempet dateng ke 3 tempat yang legendaris. Bahkan katanya, tempat ini wajib dikunjungin. 

Apa saja? Yang pertama, tentu aja Toko Oen. Sayangnya waktu itu kita dateng terlalu pagi, alhasil menunya banyak yang belum siap, hiiks.... Saran gue, sih, kalau mau ke sana lebih baik pas makan siang aja. Jadilah waktu itu gue cuma nyobain beberapa es krim dan cake.

Menurut gue, sih, rasanya nggak terlalu spesial. Mungkin gue yang kurang tepat milih menu kali, ya? Yang bikin spesial jutsru kondisi restoran yang bener-bener jadul. Kesan vintage sangat kental lewat perabot yang mereka gunakan. Termasuk desain interiornya. Satu lagi, nih, ternyata kalau makan di sina wajib bawa uang cash. Mereka sama sekali nggak terima debit apalagi kartu kredit. Katanya, sih, ini juga salah satu bagian dari cara mereka mempertahankan sejarah. 

Tempat lain yang gue kunjungin adalah bakso president. Sebagai pecinta bakso atau pun bakwan malang, salah satu makanan khas Malang emamg bikin penasaran. Dan ternyata, rasanya nggak mengecewakan. Enak, pas di lidah gue. Bahkan nyokap, tipe orang pemilih juga bilang kalau rasanya enak.

Sayangnya, karena datang terlalu malam, kita nggak bisa nyicipin semua jenis bakwan malang yang disediain di sana. Keunikan lagi dari bakwan malang ini yaitu lokasinya di pinggir rel kereta api. Kapan lagi bisa menikmatin bakso di atas meja bergetar? Hahahahaa...

Selanjutnya adalah nyobaik ketan di Pos Ketan Legenda 1967  yang berada di Jalan KH Agus Salim, Sebenarnya, sih, gue cukup penasaran dengan semua rasa yang ditwarin. Tapi, nggak mungkin, dong, ya, kalau gue makan semuanya. Pilahan ketan gue waktu itu adalah ketan duren. Dan ternyata, rasanya sesuai ekspektasi. Pantes aja kalau pos ketan ini selalu ramai dikunjungin. Umh... mungkin juga karena faktor harga yang cukup murah, ya.
  • Penginapan yang murah
Ngomogin soal penginapan, rupanya di Malang juga nawarin beragam tempat penginapan. Mulai dari yang mahal, sampai yang harganya murah meriah, Mungkin bisa dibilang mirip Yogjakarta kali, ya? Selain hotel, di Malang rupanya juga banyak guest house. Kita pun waktu itu nginep di Shinta Guest House di Jalan Lasem no.6, Jawa Timur. 

Berhubung waktu itu yang ngurusin adalah Teteh, gue sendiri nggak gitu paham kenapa dia milih penginapan di sini. Kalau dari harga, ya, relatif terjangkau, sih. untuk tipe kamar yang gue tempatin, dengan area yang cukup luas, harganya nggak sampai 400 ribu. Kondisi kamar dan kamar mandinya juga sangat bersih. Sementara untuk keseluruhan, guest house ini gue kasih nilai 8. Tempatnya nyaman dan bersih, lokasi juga strategis di tengah kota.

Cuma untuk sarapannya rada kurang, nih. Waktu itu gue cuma dapat roti dan pancake, hahahhaa. Memang, sih, gue nggak ngarepin makanan bufe layaknya hotel, tapi paling nggak nasi goreng atau mie goreng, kek. Lucunya lagi, di sini nggak nyediain ekstra bed. Umh... apa semua guest house memang begini, ya, kebijakannya?  

Umh, apa lagi, ya? Kalau ngomongin alasan kenapa kita liburan ke Malang, ya, mungkin faktor yang mendasar 3 hal ini aja kali, ya. Berhubung waktu itu kami nggak nggak sempat mengeksplorasi banyak tempat, lain waktu pengen banget bisa liburan keluarga ke sini lagi. Masih penasaran juga sama Pulau Sempu. Mungkin nunggu Bumi besar dulu aja, deh. Soalnya kalau baca dan denger beberapa cerita dari temen yang udah ke sana, jalurnya lumayan berat. Nggak cocok, deh, buat anak-anak, apalagi anak umur lima tahun kaya Bumi. 

1 komentar:

  1. buat para traveller yang suka jalan sendiri ala backpacker atau yang traveling dengan ngambil paket wisata lombok .. oiya, indonesia juga terkenal lho akan oleh-olehnya kalo kita travelling.. nah sebagai salah satu ide oleh oleh mungkin bisa cari orang atau toko oleh oleh yang jual madu asli , karena madu asli itu bagus buat oleh oleh atau dikonsumsi sendiri saat travelling, biar jalan jalannya kuat dan tetap sehat (karena madu bisa jaga sehat & stamina kita)- makasih untuk tulisannya ini ya kakak.

    BalasHapus