Choose The Right Shoe - Adisty Titania

Sabtu, 19 Februari 2011

Choose The Right Shoe

Layaknya pakaian, sepatu sebagai alas kaki juga harus pas dan sesuai ukuran. Tidak boleh longgar atau pun kekecilan. Jika tidak pas, pertumbuhan kaki tidak bisa maksimal, terutama bagi si kecil.

Seiring gaya hidup yang kian modern, sepatu sebagai salah satu fashion itempun mengalami kemajuan pesat. Hal ini bisa terlihat dari banyaknya model  dan bahan material yang ditawarkan. Tidak hanya untuk orang dewasa saja, anak-anak usia balita pun menjadi sasaran. Tapi ingat, tidak semua model dan bahan material sepatu cocok dikenakan untuk anak-anak loh! Terutama anak yang masih balita.

Mom and Dad pasti ingin anak tumbuh secara maksimal bukan? Termasuk pertumbuhan pada tulang kaki. Jika begitu, mulailah selektif dalam memilih sepatu sebagai ponopang buah hati Anda. Jangan cepat tergoda membeli sepatu hanya karena alasan desain modelnya yang terlihat lucu, keren atau bahkan sekedar gaya.

Masih ingat dengan gaya gadis mungil nan cantik, Suri? Anak dari Tom Cruise dan Katie Holmes ini diketahui sering mengenakan sepatu high heels. Akibatnya, komunitas dokter ahli dan pemerhati kesehatan anak justru menjadi geram. Mereka mengangap Katie, sebagai Mom, mengancaman pertumbuhan kaki Suri. Ah… ada-ada sajakan?

Berkaitan dengan hal ini, dr. Nita Ratna Dewanti, Sp.A dari RS Internasional Bintaro juga sependapat dengan dokter ahli dan pemerhati kesehatan anak yang mengecam tindakan Katie Holmes. Dokter cantik berambut panjang ini menandaskan bahwa anak kecil memakai hal tinggi, seperti halnya Suri tidaklah baik.

“Kalau untuk sebatas fashion, it’s ok. Tapi tidak untuk hari ke hari. karena tetap saja anak kecil membutuhkan alas kaki yang sesuai dengan aktivitasnya yang masih banyak bergerak dan berlari-lari sehingga sepatu high heels tidak baik untuk perkembangan kakinya yang terus tumbuh dan berkembang,” ungkapnya saat berbicang dengan Mom Dad and I .

Lantas, sepatu seperti apa sih yang baling baik untuk anak-anak? Dokter spesialis anak ini mengungkapkan bahwa sepatu yang baik tentu saja yang nyaman dikenakan untuk kaki bayi dan anak. Terbuat dari bahan yang lembut, dan saat dipijakan alasnya rata. “Dalam arti, kaki si bayi atau anak tidak akan melekuk. Dan yang pasti ukuran sepatu bayi harus disesuaikan, tidak boleh yang longgar ataupun kekecilan,” tambahnya.

Alas kaki sebenarnya sudah diperlukan sejak anak mulai belajar berjalan, baik di lantai ataupun di tempat lain, seperti di atas rumput ataupun pasir. “Apalagi kita juga tidak mengetahui, apakah di tempat itu ada kumannnya atau tidak, sehingga alas kaki atau sepatu sangat disarankan untuk digunakan,” ujar dr. Nita.

Lebih lanjut, dr Nita juga mengungkapkan bahwa usia anak-anak yang mulai belajar berjalan sebenarnya sangat berfariasi. Ada anak yang 10 bulan sudah mulai berjalan, tapi ada juga anak yang baru belajar saat usianya menginjak 13 bulan. Nah, disitulah alas kaki atau sepatu harus mulai diperkenalkan.

Mengingat pertumbuhan tulang kaki anak-anak masih berkembang dengan pesat, ukuran sepatu yang pas harus menjadi prioritas utama. So, untuk yang satu ini alangkah bijaknya jika Mom and Dad menghilangkan pikiran untuk berhemat dengan membelikan sepatu anak dengan ukuran yang besar. Dengan harapan, sepatu bisa dikenakan lebih lama.

Maklum saja, tulang kaki pada anak masih  belum terbentuk dengan sempurna. Sehingga tulangnya masih muda dan lunak. Otot otot dan jaringan ikat di kaki juga masih memuai. Dengan demikian, sepatu yang pas dengan ukuran kaku sangat di butuhkan anak.

“Jika ukurannya kekecilan, tentu kakinya akan menekuk, sedangkan kalau kebesaran si bayi nanti terpaksa menyesuaikan kakinya, misalnya dengan menjinjit. Dengan begitu, pertumbuhan kaki menjadi tidak baik dan maksimal,” jelas dokter yang juga berpraktek di Archa Clinic BSD.

Berbeda dengan orang dewasa, pertumbuhan kaki seorang anak memang terbilang lebih cepat. Alhasil, tanpa terasa, sepatu anak pun cepat sempit. Agar Mom and Dad dapat mengetahui pertumbuhan kaki anak dengan baik, tidak ada salahnya loh jika sering mengukur panjang kakinya. 

Meski begitu, buakan berarti setiap anak memiliki pertumbuhan kaki yang sama, seperti yang dijelaskan dr Nita. Ia mengatakan bahwa pertumbuhan kaki pada anak-anak sebenarnya tidak sama, ada yang 3 bulan yang sudah cepat besar, tapi ada juga yang baru 6 bulan perkembangan kakinya baru berubah sehingga baru perlu mengganti sepatu.

Dengan begitu, idealnya Mom and Dad membelikan sepatu baru 3 kali dalam jangka waktu satu tahun. Yang pasti, jangan menunggu sampai ujung jari mungilnya tertekuk akibat sepatu yang kekecilan. Ingat, selain mengakibatkan lecet, susah melangkah, sepatu ukuran yang kecil juga menghambat pertumbuhan kakinya. Mom and Dad tentu tidak ingin kaki anak-anak menjadi tidak balance dengan ukuran tubuh mereka bukan?

“Biasanya untuk anak  2 tahun hingga 5 tahun, pertumbuhan kaki anak akan cepat berkembang, setelah itu prosesnya tidak akan terlalu cepat,” kata dr. Nita.

Ukuran sepatu yang tidak pas dan sesuai ukuran, juga akan semakin memperburuk kondisi tulang kaki anak yang memang tidak begitu baik. Misalnya, kelainan bentuk tungkai kaki seperti huruf O (genu varum) atau huruf X (genu valgum. Dimana pemakaian sepatu mampu menjadi salah satu cara stimulasi sehari-hari yang diterima kaki anak sehingga memegang peranan penting.

Berkaitan dengan hal ini, dr Nita menjelaskan, “Secara langsung mempengaruhi sebenarnya tidak. Jika bentuk kakinya X atau O biasanya sudah disebabkan dari bentuk tulangnya yang tidak baik. Hal ini bisa terdeteksi saat bayi. Bisa dilihat apakah sudut kakinya normal atau tidak. Tapi memang ada beberapa kondisi yang bisa memperberat, misalnya dengan memakai alas kaki yang tidak pas atau yang tidak sesuai.”

Selain itu, Mom and Dad juga harus memperhatiakan sepatu hasil warisan sang kakak. Jika memang sepatu masih dalam kondisi yang baik dan berniat untuk memberikan pada si kecil, simpanlah sepatu secara apik. Seperti yang ditewrangkan dr. Nita, dimana sepatu bekas si kakak masih bisa diberikan pada si adik, tergantung pada penyimpanan dan kondisinya.  

Jika sepatu lungsuran dari sang kakak sudah terlalu lama, sehingga menyebakan sepatu menjadi sangat lembab dan berjamur, tentu tidak akan baik jika dipakai oleh adiknya. “Jadi kembali pada kondisi sepatu itu. banyak oarang yang apik dalam penyimpanan, It’s ok, jika adiknya memakainya kembali.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar